Polres Tebo Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Olahan Ilegal, Empat Orang Diamankan

KATIGO | JAMBI – Satreskrim Polres Tebo berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pengangkutan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) olahan ilegal di wilayah Kabupaten Tebo, Jambi. Dalam pengungkapan tersebut, empat orang terduga pelaku berhasil diamankan bersama puluhan ribu liter BBM olahan.
Pengungkapan kasus ini terjadi pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Lintas Tebo–Jambi KM 04, Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.
Empat orang yang diamankan masing-masing berinisial Y, FY, AD dan IW. Mereka diduga terlibat dalam kegiatan pengangkutan BBM jenis minyak bensin, minyak tanah dan solar olahan tanpa dokumen resmi.
Kasus ini disangkakan dengan Pasal 54 subsidair Pasal 53 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku mengangkut BBM olahan menggunakan dua unit mobil truk Mitsubishi Colt Diesel dari Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dengan tujuan Muara Bungo.
Petugas Unit Tipidter dan Unit Opsnal Satreskrim Polres Tebo bergerak setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya aktivitas pengangkutan BBM ilegal tersebut. Tim kemudian melakukan penyetopan terhadap dua kendaraan di lokasi kejadian dan langsung mengamankan para pelaku beserta barang bukti ke Mapolres Tebo untuk proses hukum lebih lanjut.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel FE84G warna kuning nomor polisi BA 8557 OU yang membawa sekitar 12.000 liter BBM jenis minyak bensin dan minyak tanah olahan yang disimpan dalam 10 tedmon dan 10 drum.
Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel FE74S warna kuning nomor polisi BH 9014 LU yang membawa sekitar 11.000 liter solar olahan di dalam tangki besi.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para terduga pelaku dan mendalami asal-usul serta tujuan distribusi BBM olahan tersebut. (*).